RANGKUMAN
DIREKTUR Utama PT Jamsostek
(Persero), Hotbonar Sinaga juga berkesempatan diskusi dengan Forum Pemred Group
JawaPos di Labersa Hotel, Pekanbaru. Pada 1 Januari 2014, perusahaan ini juga
akan berubah menjadi Badan, yang bertanggungjawab langsung ke presiden. Yakni,
BPJS–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial—bidang Ketenagakerjaan. Hotbonar Sinaga
saat sedang menjelaskan detail kesiapan dan problematika PT Jamsostek, menuju
BPJS itu tidak mudah. Karena aturan mainnya belum selesai dibahas dan
dikerjakan oleh DPR RI tetapi, di tahun 2014, semua harus tetap jalan, karena
ini amanat Undang-Undang. PT Askes (Persero) akan berubah menjadi BPJS
Kesehatan, yang pesertanya adalah seluruh rakyat Indonesia, kaya-miskin,
tinggal di desa-kota, laki-laki perempuan, semua tidak terkecuali. PT Jamsostek
(Persero) ini akan menjadi BPJS Ketenagakerjaan, yang pesertanya juga
melingkupi seluruh tenaga kerja, baik formal maupun informal, baik organic
maupun outsourching. Selama ini, Jamsostek adalah kependekan dari Jaminan
Sosial Tenaga Kerja, dan merupakan program publik yang memberikan perlindungan
bagi tenagakerja dalam mengatasi risiko social ekonomi tertentu. Sistem
penyelenggaraannya menggunakan model dan mekanisme asuransi sosial. Jamsostek
adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang asuransi sosial,
yang merupakan pelaksana undang-undang jaminan social tenaga kerja.
Sebagai perusahaan asuransi, PT Jamsostek di Tahun 2011, mencatat laba bersih Rp 2,02 triliun, dengan total aset Rp 116,6 triliun. Laba itu naik dari tahun 2010 Rp 1,5 triliun, tahun 2009 Rp 1,3 triliun, dan tahun 2008 Rp 1 triliun. Mengapa laba terus meningkat signifikan? Karena selama Jamsostek berdiri, yakni mencapai 690,27, dari tahun sebelumnya 443,98. Karena itu, Hotbonar mencontohkan, kesejahteraan karyawan Jamsostek juga menjadi salah satu prioritas. Karenakondisi perusahaan memang sedang sehat-sehatnya, sehingga wajar jika karyawan juga mendapatkan apresiasi yang layak.
Sebagai perusahaan asuransi, PT Jamsostek di Tahun 2011, mencatat laba bersih Rp 2,02 triliun, dengan total aset Rp 116,6 triliun. Laba itu naik dari tahun 2010 Rp 1,5 triliun, tahun 2009 Rp 1,3 triliun, dan tahun 2008 Rp 1 triliun. Mengapa laba terus meningkat signifikan? Karena selama Jamsostek berdiri, yakni mencapai 690,27, dari tahun sebelumnya 443,98. Karena itu, Hotbonar mencontohkan, kesejahteraan karyawan Jamsostek juga menjadi salah satu prioritas. Karenakondisi perusahaan memang sedang sehat-sehatnya, sehingga wajar jika karyawan juga mendapatkan apresiasi yang layak.
Inilah foto Hotbonar Sinaga saat sedang menjelaskan detail
kesiapam dan problematika PT Jamsostek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar